Toko Perlengkapan Bayi

Toko Perlengkapan Bayi
Toko Perlengkapan bayi

Minggu, 27 Oktober 2013

Tips Gadget Pada Anak

Motivator asal Surabaya Bagus Sanjoto menegaskan, gadget dan televisi menjadi musuh anak sehingga perlu disikapi secara bijak.
"Gadget dan televisi itu tantangan anak sekarang yang perlu diwaspadai," katanya di Surabaya, Sabtu (26/10).


Menurutnya, gadget dan televisi bisa mencetak anak-anak menjadi tidak baik. "Ada banyak fakta virus gadget dan televisi, di antaranya anak menjadi tidak disiplin, tidak peduli orang lain, minta uang terus, tidak mau membantu orang tua, dan sebagainya," tambah dia.

Yang lebih parah, paparnya, bila anak-anak menerima informasi negatif dari gadget dari temannya. "Kalau isi televisi itu 70 persen tak berguna," katanya.

Namun, hal itu perlu disikapi secara bijak. Seperti anak diajak lebih banyak beraktivitas secara fisik. Bisa olah raga, bersepeda, bermain, dan jalan-jalan.

"Kalau televisi bisa dikurangi dengan pemasangan satu televisi saja yang ditempatkan di lokasi yang digunakan semua anggota keluarga. Kalau bisa letaknya agak tinggi agar mudah capek," katanya.

Sumber : republika.co.id

Mendidik Anak dengan Sabar Dan Senyum

Motivator asal Surabaya Bagus Sanjoto menyebut, ada tiga cara mendidik yang baik, yakni sabar, senyum, dan sentuh. "Mendidik dengan sabar berarti mendidik dengan ucapan yang halus dan tidak bernada marah. Bahkan kalau perlu dengan raut muka yang senyum.

Kalau mendidik dengan kasar, membuat anak menjadi takut dan pendidikan yang diajarkan menjadi terlupakan," katanya, Sabtu (26/10).

 Cara lainnya adalah dengan sentuhan. "Sentuhan yang baik itu dengan mengelus pundak kanan dan kiri, mengelus punggung, mengelus kepala bagian belakang, dan mengelus punggung tangan," katanya. Secara psikologis, lanjutnya, sentuhan pada bagian yang diajarkan Nabi Muhammad SAW itu membuat anak menjadi mudah patuh dan merasa bersalah.

 "Insya Allah, tiga cara mendidik itu akan membuat anak menjadi baik, tetapi tentu saja dengan mewaspadai musuh yang menjadi tantangan anak sekarang, yakni gadget dan televisi," katanya.

Sumber : republika.co.id

Dana Pendidikan Untuk Anak

Dana Pendidikan Untuk Anak, Apakah masih bisa untuk mengikuti asuransi pendidikan di usia anak 12 tahun?

Untuk usia anak usia12 tahun,artinya saat ini Pak Ahmad memiliki kewajiban untuk menyiapkan dana pendidikan anak untuk tingkat SMA dan S1.

Sebelum menyiapkan dana pendidikan, ada baiknya untuk terlebih dahulu menghitung kebutuhan dana pendidikan pada level SMA dan S1/D3 dan jangka waktu yang disesuaikan dengan usia anak.
Ada beberapa alternatif yang dapat dijalani untuk menyiapkan dana pendidikan, antara lain:

- Program asuransi
Program asuransi yang diambil bukanlah asuransi pendidikan. Mengapa? Karena dana yang dihasilkan tidak akan mengejar kebutuhan uang masuk sekolah tingkat SMA dan S1/D3. Kita harus ingat adanya inflasi yang akan memengaruhi nilai uang kita. Salah satu alternative program yang bisa mengimbangi inflasi adalah program unit link dengan menekankan tujuannya untuk persiapan dana pendidkan

- Investasi di reksa dana
Dengan berinvestasi di reksa dana yang dapat dibeli melalui bank atau ke langsung ke manager investasi. Namun, bila Pak Ahmad belum memiliki proteksi/asuransi jiwa, sebaiknya Pak Ahmad juga melindungi nilai ekonomi Pak Ahmad sebagai pencari nafkah dan juga sebagai pihak yang akan melakukan investasi untuk persiapan dana pendidikan. Pilihlah program asuransi yang preminya rendah namun dengan Uang Pertanggungan yang maksimal sehingga memberi rasa nyaman untuk kestabilan keuangan keluarga dan rencana investasi dana pendidikan.
Sumber